Makalah
SEJARAH WIFI
DAN
PERKEMBANGANNYA
Disusun Oleh :
Arif Jupy
Foto Copy & Percetakan "JUPY"
Jl. Wismoaji No. 15 Kutoarjo, Purworejo, Indonesia, 54212 Phone:085292563280
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis haturkan
ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun mampu
mengahadapi semua rintangan dan tantangan dengan penuh “ kesabaran” hingga
selesainya makalah ini.
Kesempurnaan manusia terletak pada
ketidak mampuannya untuk hidup sendiri. Berpijak dari hal itu penulis menyadari
bahwa selesainya Penyusunan makalah ini tidak
terlepas dari bimbingan, bantuan, dan dorongan dari berbagai pihak.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik akan penulis jadikan
masukan dengan senang hati demi perbaikan di masa mendatang.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca
yang budiman, terutama bagi siapa saja yang tertarik.
Purworejo,
Oktober 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
BAB I
PENDAHULUAN............................................................................ 1
1.1.
Latar Belakang.................................................................................... 2
1.2.
Rumusan Masalah............................................................................... 2
1.3.
Tujuan.................................................................................................. 2
1.4.
Manfaat............................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN............................................................................. 3
2.1.
Wi-Fi dan Perkembangannya.............................................................. 3
2.2.
Cara Kerja Wi-Fi................................................................................. 9
2.3.
Pengaruh Wi-Fi terhadap Masyarakat................................................. 11
2.4.
Pengaruh Wi-Fi terhadap Mahasiswa.................................................. 15
2.5.
Upaya mengurangi dampak negatif penggunaan Wi-Fi...................... 16
BAB III
PENUTUP .................................................................................... 17
KESIMPULAN............................................................................................ 17
SARAN......................................................................................................... 17
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................. 18
PENDAHULUAN
Baru-baru
ini, jika anda sudah di bandara, kedai kopi, perpustakaan atau hotel
kemungkinan anda sudah tepat di tengah sebuah jaringan nirkabel. Banyak orang
menggunakan jaringan nirkabel, juga disebut WiFi 802,11 untuk
menghubungkan komputer mereka di rumah, dan beberapa kota yang mencoba untuk
menggunakan teknologi untuk memberikan gratis atau biaya rendah Internet akses
kepada penduduk. Dalam waktu dekat ini, jaringan nirkabel dapat menjadi begitu
luas yang dapat mengakses Internet di mana saja hampir setiap saat, tanpa
menggunakan kabel. Saat ini semua orang sudah familiar dengan istilah Hot-Spot,
WiFi (Wireless Fidelity), Jaringan Wireless dan sejenisnya. Layanan seperti ini
akan mudah ditemui di berbagai tempat-tempat umum seperti kampus, hotel, rumah
makan, bandara dan lain-lain. Dengan menggunakan layanan WiFi, kita dengan
mudah bisa terkoneksi ke Internet tanpa perlu dibebani kerepotan dengan
menyambungkan kabel ke suatu alat yang disebut switch/hub. Tentunya kita harus
memeliki peralatan seperti Notebook atau Mobile-Phone yang mendukung koneksi
WiFi dan adanya software yang membantu koneksi peralatan kita tadi ke suatu
alat yang sering disebut Access Point. Jaringan nirkabel (wireless local
area network-WLAN) atau Wi-Fi (Wireless Fidelity) dimana akses
internet pun dapat dilakukan dalam area jaringan, dan tanpa kabel. Hal itu
memungkinkan mengakses internet di rumah, di kantor, di kafe, dan tempat-tempat
umum lainnya yang menyediakan koneksi semacam itu.
Kelihatannya
memang mengasyikkan. Access Point atau hotspot, yang memungkinkan sambungan
broadband internet secara nirkabel kini sudah dapat dijumpai di tempat publik
dan menciptakan lonjakan permintaan layanan Wi-Fi. Ketersediaan akses internet
publik tanpa kabel kini semakin merebak, publisitasnya pun makin hot, media
yang menambah khasanah dunia perteknologian.
Tanpa disadari, menjamurnya akses
internet melalui koneksi Wi-Fi telah menjadi dilema tersendiri dalam dunia
internet. Banyak pihak yang menjadikannya sebagai sarana daya tarik tersendiri
dalam promosi kepentingan tertentu. Namun, yang menjadi permasalahan terletak
pada pengaruh Wi-Fi tersebut. Disamping keuntungan-keuntungan yang diperoleh,
banyak hal-hal negatif yang timbul akibat dari Wi-Fi.
1.2. Rumusan
Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Wi-Fi ?
2. Bagaimana perkembangan Wi-Fi hingga
sekarang?
3. Bagaimana cara kerja Wi-Fi?
4. Bagaimana pengaruh Wi-Fi
dilingkungan masyarakat khususnya dilingkungan mahasiswa?
1.3. Tujuan
Makalah
ini bertujuan agar pembaca mengetahui apa itu Wi-Fi, perkembangannya hingga
sekarang, cara kerjanya dan bagaimana pengaruhnya terhadap masyarakat, menyangkut
pengaruh positif dan pengaruh negatif.
1.4. Manfaat
Makalah
ini diharapkan mampu menambah pengetahuan pembaca mengenai wifi. Disamping itu,
pembaca juga mampu mencegah pengaruh-pengaruh negatif dari wifi tersebut.
PEMBAHASAN
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity,
yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal
Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari
pada spesifikasi IEEE 802.11.
WI-FI
merupakan istilah yang diberikan untuk sistem wireless LAN yang menggunakan
standar 802.11 yang ada saat ini. Istilah WI-FI diciptakan oleh sebuah
organisasi bernama WI-FI alliance yang bekerja menguji dan memberikan
sertifikasi untuk perangkat-perangkat WLAN. Perangkat wireless diuji
berdasarkan interoperabilitasnya dengan perangkat-perangkat wireless lain yang
menggunakan standar yang sama. Setelah diuji dan lulus, sebuah perangkat akan
diberi sertifikasi “WI-FI certified”. Artinya perangkat ini bisa bekerja dengan
baik dengan perangkat-perangkat wireless lain yang juga bersertifikasi ini.
Pada awalnya, sertifikasi WI-FI hanya diberikan pada perangkat wireless yang
bekerja pada standar 802.11b.
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel
seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga
pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Wi-Fi tidak hanya
dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk
membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang
mengasosiasikan Wi-Fi dengan kebebasan, karena teknologi Wi-Fi memberikan
kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari
ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda
Wi-Fi Hot Spot.
WiFi adalah suatu rangkaian produk yang didesain untuk
penggunaan teknologi Wireless Local Area Networks
(WLAN) berdasarkan standar spesifikasi IEEE802.11 yang mampu menyediakan akses
internet dengan bandwidth besar, mencapai 11 Mbps. Wi-Fi dirancang berdasarkan
spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
802.11a, 802.11b, 802.11g, and 802.11n. Spesifikasi b merupakan produk pertama
Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan
terbanyak pada 2005. Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh
Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal
(misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang
lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.
Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam
IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu
mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di
frekuensi berikut: Channel 1 – 2,412 MHz; Channel 2 – 2,417 MHz; Channel 3 –
2,422 MHz; Channel 4 – 2,427 MHz; Channel 5 – 2,432 MHz; Channel 6 – 2,437 MHz;
Channel 7 – 2,442 MHz; Channel 8 – 2,447 MHz; Channel 9 – 2,452 MHz; Channel 10
– 2,457 MHz; Channel 11 – 2,462 MHz Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan
salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan
dan perangkat WLANs (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi
adalah nama dagang (certification) yang diberikan pabrikan kepada perangkat
telekomunikasi (Internet) yang bekerja di jaringan WLANs dan sudah memenuhi
kualitas interoperability yang dipersyaratkan.
Teknologi Internet
berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang
bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE)
berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16.
Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi
juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN). Karena perangkat
dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan
di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial,
Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a
dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang
bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Wi-Fi
sudah sangat populer di luar negeri. Amerika Serikat adalah salah satu negara
yang paling berhasil memasyarakatkan Wi-Fi. Bahkan, beberapa PDA di Amerika
Serikat dirancang secara khusus dengan modul Wi-Fi terintegrasi. Oleh karena
kemudahan koneksi, reliabilitas, dan kecepatannya, Wi-Fi tampak cukup berhasil.
Penggunaan hubungan nirkabel (wireless) sampai saat ini mengandalkan gelombang
elektromagnetik, baik berbentuk gelombang radio maupun cahaya.
Di awal
1990-an, ketika teknologi nirkabel masih belum terlalu berkembang, beberapa
organisasi, mulai dari bank sampai keperguruan tinggi, sempat memanfaatkan
modem optik berbasis sinar laser untuk menghubungkan dua lokasi yang terpisah
secara line-of-sigth. Jarak di antara kedua lokasi ini maksimal tidak
lebih dari beberap ratus meter. Bandwidth yang dicapai bisa sampai 10 megabit
per detik. Gangguan terjadi bila hujan turun atau bila polusi debu demikian
buruknya, sehinggga sinar laser terhalang jalannya.
Teknologi
telah jauh berkembang sejak saat itu. Komunikasi data melalui gelombang cahaya
umumnya beralih dari transmisi di udara bebas ke transmisi melalui serat optik.
Penurunan harga kabel optik dan peralatan terkaitnya sangat menolong
peningkatan popularitasnya pada aplikasi-aplikasi point-to-point yang
memerlukan bandwidth tinggi dan jarak jangkau teknologi ini sudah semakin jauh
dan pemanfaatannya sebagai pengganti copper-links semakin popular.
Dalam
bentuknya yang kini tersedia, teknologi nirkabel telah semakin baik untuk
penggunaan jarak-dekat. Mulai dari Bluetooth sampai ke Wi-Fi, produk-produknya
semakin membanjiri pasar. Bukan saja penggunaannya semakin mudah, harga dan
kapasitasnya pun semakin baik. Bila teknologi kabel berkembang dari jarah dekat
ke jauh, teknologi nirkabel berkembang dari jarak jauh ke dekat.
Masalah
pengelolaan dan penggunaannya menjadi sangat sederhana, sedemikian rupa
sehingga tidak memerlukan latihan khusus. Ketersediaan di pasar bebas juga
semakin baik, dan dengan cepat dipadukan dengan spectrum produk teknologi
informasi dan komunikasi, mulai dari PDA (Personal Digital Assistant), komputer
pangku (laptop computer) sampai ke server yang melayani kemudahan komputasi di
gedung-gedung perkantoran, hotel dan bahkan mal-mal perbelanjaan.
Kaitan
yang ingin disoroti disini adalah bagaimana kendala otoritas telekomunikasi
dalam penggunaan teknologi nirkabel, khususnya yang menyangkut strategi
frekuensi radio, alokasinya perizinannya dan pemantauan serta pengawasannya.
Dengan spectrum yang sangat luas, pengelolaan frekuensi radio menjadi sangat
sentral bagi arah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di setiap
negara. Justru hal inilah yang membuat musykil, di samping menarik untuk di
simak karena implikasinya yang sangat serius dalam kehidupan bangsa dan negara.
Spectrum frekuensi yang sangat luas ini menyentuh alat-alat rumah tangga,
telepon genggam, sampai kepada siaran televisi yang dipancarkan langsung
melalui satelit diangkasa.
Tingginya animo masyarakat khususnya di kalangan
komunitas Internet menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua
faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat
mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.
Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan
informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau
laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.
Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut yang dibangun oleh operator
telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan dipicu faktor
kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar
300 dollar Amerika Serikat. Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis
teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah
mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota
besar dunia. Mewabah Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi
sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para
maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di
ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing. Fenomena yang sama
terlihat diberbagai kafe –seperti Kafe Starbuck dan La Moda Cafe di Plaza
Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Mister Bean Coffee di Cilandak Town
Square dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik
atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas. Dewasa ini, bisnis
telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan
teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN.
Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).
Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru
IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan
diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang
dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik,
mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).
Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas
pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu
berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk
Indonesia.
Contoh :
di Yogyakarta, dari sekitar 240 warung internet di sana, sekitar 120 di
antaranya telah memanfaatkan frekuensi 2,4 GHz. Salah satunya warnet
perpustakaan UGM. Mereka juga menyebarkan data internet ke warnet lain di sekitarnya yang
berminat. Sejumlah warnet di Yogya juga membentuk jaringan lokal antarwarnet
memakai frekuensi 2,4 GHz. Mereka memilih satu warnet induk yang bertugas
meneruskan data dari ISP ke antena warnet anggotanya. Konsumen nantinya juga
diuntungkan karena biaya akses internet dari warnet akan semakin murah.
Penggunaan frekuensi 2,4 GHz yang bebas biaya ini memang menguntungkan para
pengusaha warnet. Mereka tidak perlu membayar pulsa telepon saat mengakses
internet. Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna
tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi
Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi
dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama. Versi Wi-Fi yang
paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g)
beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz.
Tujuh
perusahaan membentuk Indonesian Wi-Fi Consortium (IWC) untuk mengembangkan wireless local
area network (WLAN) bagi keperluan public dengan target membangun 10 hotspot
hingga akhir. Konsorsium itu terdiri dari PT Acer Indonesia, PT Cyberindo
Aditama (CBN), Cisco Systems Indonesia, PT Intel Indonesia, PT Microsoft
Indonesia dan PT Jaring Semesta Infosolusi (Polaris|NET), didukung PT Elexmedia
Komputindo. Tjahja Suprapto, wakil IWC dari PT Jaring Semesta Infosolusi,
menjelaskan pembentukan organisasi ini bertujuan mengedukasi masyarakat
sekaligus mengembangkan pasar Wi-Fi untuk keperluan publik di Tanah Air.
"Memang ada model bisnisnya, tetapi fokus kami. saat ini adalah bagaimana
Wi-Fi diterima denganbaik sebab pemerintah pun belum menentukan regulasi yang
pasti mengenai Wi-Fi ini," tuturnya usai peluncuran konsorsium. Konsorsium
sudah membangun total enam hotspot di Jakarta sehingga dengan proyek ini mereka
ditargetkan memiliki 16 hotspot di Ibukota hingga akhir tahun ini yang
seluruhnya berlokasi di kafe-kafe strategis.
Gambar 1 : Satu wireless router dapat mengijinkan
beberapa perangkat untuk terhubung
·
Mode
Akses Koneksi Wi-fi ada 2 yaitu :
1. AD-HOC
Sistem
Ad-hoc adalah sistem peer to peer, dalam arti satu computer dihubungkan
ke 1 computer dengan saling mengenal SSID. Bila digambarkan mungkin lebih mudah
membayangkan sistem direct connection dari 1 computer ke 1 computer lainnya
dengan mengunakan Twist pair cable tanpa perangkat HUB. Jadi terdapat 2
computer dengan perangkat WIFI dapat langsung berhubungan tanpa alat yang
disebut access point mode. Pada sistem Adhoc tidak lagi mengenal system central
(yang biasanya difungsikan pada Access Point). Sistem Adhoc hanya memerlukan 1
buah computer yang memiliki nama SSID atau sederhananya nama sebuah network
pada sebuah card/computer. Dapat juga mengunakan MAC address dengan sistem
BSSID (Basic Service Set IDentifier - cara ini tidak umum digunakan), untuk
mengenal sebuah nama computer secara langsung. Mac Address umumnya sudah
diberikan tanda atau nomor khusus tersendiri dari masing masing card atau
perangkat network termasuk network wireless. Sistem Adhoc menguntungkan untuk
pemakaian sementara misalnya hubungan network antara 2 computer walaupun
disekitarnya terdapat sebuah alat Access Point yang sedang bekerja.
2. INFRASTRUKTUR
Sistem
kedua yang paling umum adalah Infra Structure. Sistem Infra Structure
membutuhkan sebuah perangkat khusus atau dapat difungsikan sebagai Access point
melalui software bila mengunakan jenis Wireless Network dengan perangkat PCI
card. Mirip seperti Hub Network yang menyatukan sebuah network tetapi didalam
perangkat Access Point menandakan sebuah sebuah central network dengan
memberikan signal (melakukan broadcast) radio untuk diterima oleh computer
lain. Untuk mengambarkan koneksi pada Infra Structure dengan Access point
minimal sebuah jaringan wireless network memiliki satu titik pada sebuah tempat
dimana computer lain yang mencari menerima signal untuk masuknya kedalam
network agar saling berhubungan. Sistem Access Point (AP) ini paling banyak
digunakan karena setiap computer yang ingin terhubungan kedalam network dapat
mendengar transmisi dari Access Point tersebut. Access Point inilah yang
memberikan tanda apakah disuatu tempat memiliki jaringan WIFI dan secara terus menerus
mentransmisikan namanya – Service Set IDentifier (SSID) dan dapat diterima oleh
computer lain untuk dikenal. Bedanya dengan HUB network cable, HUB mengunakan
cable tetapi tidak memiliki nama (SSID). Sedangkan Access point tidak
mengunakan cable network tetapi harus memiliki sebuah nama yaitu nama untuk
SSID.
Contoh Wi-fi Hardware yang digunakan di masyarakat :
Wi-fi dalam bentuk USB
·
Wi-Fi
dan Kesehatan
Wi –Fi
membawa pengaruh yang besar dalam lingkungan masyarakat. Selain pengaruh
positif yaitu kemudahan dalam mengakses dunia internet, Wi-Fi juga diduga
berdampak negatif.
Wi-fi
(wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin
populer terutama di negara-negara maju dan berkembang. Dengan wi-fi orang bisa
masuk ke jaringan internet tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer
ke line telepon.
Di balik
kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap
wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan
kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan
nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang
electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan?
Ketakutan
akan dampak buruk wi-fi terhadap kesehatan ini dimentahkan ilmuwan Inggris.
Seperti yang diungkapkan Sir William Stewart, ketua Health Protection Agency,
mengatakan pada BBC Programme Panorama, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan
teknologi wi-fi. Tak ada bukti pasti yang menyebutkan, perangkat seperti ponsel
dan wi-fi menyebabkan kesehatan terganggu.
Hal senada
juga diungkapkan Professor Lawrie Challis, dari Nottingham University. Dalam
pernyataannya pada BBC, Prof Challis, yang menjabat sebagai ketua Mobile
Telecommunications and Health Research (MTHR) menyebutkan: “Radiasi elektro
magnetik dari Wi-fi sangat kecil, pemancarnya juga berkekuatan rendah, selain
itu masih ada jarak dengan tubuh.
“Bisa jadi
radiasi elektro magnetik sangat dekat dengan tubuh, ketika kita memangku
laptop, namun dalam pengamaatan saya setiap orang tua akan meminta anak mereka
untuk tidak terlalu sering menggunakan ponsel mereka dan selalu meminta mereka
untuk menaruh laptop di atas meja, bukan di pangkuan, jika mereka berinternet
terlalu lama.”
Untuk
mendukung pernyataan ini, tim Panorama BBC mengunjungi sebuah sekolah di
Norwich, yang memiliki seribu siswa, dan mencoba membandingkan tingkat radiasi
dari ponsel dan penggunaan wi-fi di dalam kelas. Hasilnya menunjukkan radiasi
wi-fi di ruang kelas tiga kali lebih besar dibanding pancaran yang dikeluarkan
ponsel.
Namun ahli
kesehatan psikis Professor Malcolm Sperrin mengatakan sinyal wi-fi yang lebih
besar tiga kali lipat dibanding radiasi ponsel di suatu sekolah masih belum
relevan, karena belum ditemukan pengaruhnya terhadap kesehatan.
“Wi-fi
adalah teknologi yang menggunakan gelombang radio elektro magnetik rendah, yang
sebanding dengan oven microwave, bahkan 100 ribu kali lebih rendah dari
microwave.”
Tipe
radiasi yang dipancarkan gelombang radio (wi-fi), microwaves, dan ponsel telah
menunjukkan kenaikan level temperatur jaringan yang sangat tinggi, yang biasa
disebut thermal interaction, namun masih belum ada bukti level tersebut
menyebabkan kerusakan.
Health
Protection Agency menyebutkan duduk di ruangan yang memiliki hotspot selama
setahun sebanding dengan gelombang radio yang dipancarkan saat bercakap-cakap
dengan ponsel selama dua puluh menit.
“Gelombang
radio sudah menjadi bagian dari kehidupan kita selama hampir seabad atau lebih,
namun jika ada gangguan yang signifikan terhadap kesehatan, pasti ada kajian
yang akan mencatatnya, dan selama ini berbagai studi masih belum menemukan
bukti transmisi wi-fi bagi kesehatan.
Hal senada
juga didukung Professor Will J Stewart, rekan dari Royal Academy of
Engineering, yang mengatakan: “Ilmu pengetahunan telah mempelajari pengaruh
ponsel bagi kesehatan selama bertahun-tahun dan kekhawatiran akan dampak
radiasi ponsel masih sangat kecil.
“Begitu
juga dengan wi-fi, jika digunakan dalam batas yang wajar tak akan ada
pengaruhnya bagi kesehatan dalam waktu yang lama. Namun bukan berarti semua
radiasi elektro magnetik tak berbahaya, misalnya sinar matahari yang terbukti
menyebabkan kanker kulit, jadi jika Anda menggunakan laptop saat berjemur di
pantai, ada baiknya mencari tempat yang teduh,” tambah Sperrin yang mengatakan
sampai saat masih belum ada banyak bukti yang cukup berrarti akan dampak
negatif wi-fi.
Namun yang
lebih dikhawatirkan Sperrin bukan pada gelombang wi-fi, namun pada perilaku
dalam penggunaan laptop, dan panas yang dihasilkan laptop pada beberapa bagian
sensitif pada tubuh, yang berdampak pada kesehatan.
·
Radiasi
Elektromagnetik Wi-Fi
Publikasi
tentang dampak negatif wi-fi sehubungan dengan radiasi elektromagnetik yang
ditimbulkannya ini awalnya datang dari sebuah kasus yang dialami seorang wanita
di London, yang datang ke institusi kesehatan dengan keluhan nyeri di bagian
kepala, telinga, tenggorokan dan beberapa bagian tubuh lain bila berada dekat
dengan peralatan elektronik atau menara pemancar.
Perangkat
elektronik, memang memiliki radiasi elektromagnetik dimana dalam jumlah besar
bisa mengakibatkan gangguan fisiologis hingga memicu pertumbuhan sel-sel
abnormal seperti kanker, namun intensitasnya berbeda-beda dan ada patokan batas
aman yang dianggap tidak sampai membahayakan kesehatan.
Atas
keluhan ini berikut anjuran dokter yang mendiagnosanya sebagai suatu keadaan
elektrosensitif, wanita tadi melindungi rumahnya dengan perangkat khusus
antiradiasi untuk meminimalkan gelombang elektromagnetik dari teknologi wi-fi
di sekitar tempat tinggalnya. Beberapa publikasi lanjutan tentang dampak
radiasi wi-fi ini kemudian dilansir di Swedia langsung dari pemerintahnya serta
di Norwegia lewat pernyataan perdana menterinya sendiri.
Lagi-lagi,
kemungkinan pemberitaan yang awalnya banyak beredar di dunia maya ini sempat
dianggap sebagai hoax, suatu berita isu yang belum bisa diyakini kebenarannya,
namun adanya beberapa penelitian yang dilaporkan dari institusi resmi mungkin
mulai membuat beberapa pihak bersangkutan mulai memikirkan hal ini.
Sebagian
laporan resmi tersebut menyebutkan tingginya intensitas radiasi elektromagnetik
di beberapa situs lokasi wi-fi, namun tak sedikit juga yang melaporkan bahwa
intensitas tadi masih berada di bawah ambang batas senilai dengan radiasi
elektromagnetik yang dihasilkan oleh beberapa perangkat yang aman seperti televisi
maupun radio, begitupun, kesimpang-siuran ini jelas menimbulkan suatu
kekhawatiran bagi sebagian orang yang sangat perduli dengan kesehatannya, belum
lagi pengakuan sejumlah aktifis di luar negeri yang bergabung untuk mendesak
pembatasan penggunaan wi-fi, yang bagi sebagian masyarakat lain sangat
diperlukan itu.
Mahasiswa
merupakan salah satu subjek yang menggunakan akses internet. Mahasiswa akan
merasa hampa tanpa internet. Ibaratnya, sedetik saja mereka tak bisa lepas dari
internet. Bagi mahasiswa internet merupakan media yang dapat digunakan untuk
mengakses tugas yang diberikan oleh dosen, bahkan mungkin juga mengembangkan
diri dengan membentuk jaringan. Bahkan kebutuhan akan akses internet bisa
melampaui kebutuhan primer seperti makan.
Di dalam
dunia kampus, perkembangan teknologi wireless juga merajalela. Hal itu bisa
dilihat pada Access Point (AP) yang dipasang pada tiap jurusan, kantor dan
perpustakaan. Hanya dengan bermodal laptop atau handphone yang telah memiliki
fasilitas wireless maka kita dapat menikmati teknologi wireless di manapun dan
kapanpun. Seperti kita ketahui bahwa laptop di era sekarang ini bukan merupakan
barang yang mewah bagi sebagian mahasiswa. Laptop seperti kata “wajib” bagi
mereka. Hal itu dikarenakan laptop digunakan sebagai kebutuhan primer untuk
menjalani aktifitas memperoleh ilmu pengetahuan dan proses pembelajaran di
kampus.
Seluruh
sivitas akademika dan staf Universitas dapat menggunakan layanan akses jaringan
di dalam kampus secara gratis baik melalui jaringan kabel dengan terminal PC
maupun jaringan tanpa kabel (wireless) yang tersedia di seluruh gedung dan
sekitarnya di dalam kampus. Penyediaan fasilitas jaringan tanpa kabel atau
Wi-Fi ditujukan bagi mereka yang memiliki laptop maupun PDA.
Mahasiswa
telah banyak menggunakan fasilitas Wi-Fi untuk mendapatkan akses dalam
mengerjakan tugas- tugas kuliah, mengembangkan jaringan dan juga untuk membuat
tulisan, dan mengakses hal- hal di luar pendidikan. Penggunaan fasilitas
Internet tidak serta merta memberikan dampak yang positif. Disamping
penggunaannya yang mudah dan praktis, Internet juga dapat membawa dampak yang
negatif bila penggunaanya menyimpang. Apalagi Internet saat ini telah banyak
digunakan oleh mahasiswa, sehingga apabila penggunaanya bersifat negatif maka
akan terjadi penyimpangan pada sikap maupun perilaku mahasiswa sebagai generasi
penerus bangsa.
Disamping
digunakan sebagai sarana untuk akses hal-hal yang menyangkut pendidikan, Wi-Fi
juga digunakan untuk akses hal-hal lain, seperti akses untuk jejaringan social.
Hal ini tentu saja menimbulkan pengaruh buruk bagi mahasiswa apalagi dilakukan
saat proses belajar mengajar.
1. Penggunaan dalam
batasan wajar ini bisa mencegah pengaruh buruk terhadap kesehatan.
2. Dalam lingkungan kampus, memblokir
pengaksesan internet untuk alamat-alamat tertentu.
PENUTUP
Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya
kebutuhan informasi yang membuat setiap orang harus dapat meng-update informasi
tersebut setiap saat, maka teknologi sekarang ini menghasilkan sebuah layanan
pendukung yang lebih instan untuk dapat merealisasikan hal tesebut. Wi-Fi
adalah teknologi jaringan dengan tidak menggunakan kabel seperti handphone,
yaitu melakukan hubungan komunikasi dengan menggunakan gelombang
elektromagnetik sebagai pengganti kabel sehingga pemakainya dapat mentransfer
data dengan cepat dan aman.
Eksistensi dari Wi-Fi tentu memiliki kelemahan dan
keunggulan dalam setiap aplikasi penggunaannya. Disatu sisi berbagai kemudahan
akan tersaji ketika menggunakan fasilitas tersebut. Disisi yang lain, fasilitas
tersebut juga digunakan untuk mengakses hal- hal yang di luar jalur pendidikan.
Misalnya, Pelanggaran hak cipta, pencurian identitas, cyber crime (hacker,
cracker, carder) dan pernyataan kebencian (hate speech), adalah biasa
dan sulit dijaga dan gambar- gambar, cerita- cerita yang “berbau” pornografi,
yang dapat merusak mental psikis mahasiswa, sehingga kurang bahkan tidak dapat
fokus pada kuliah yang sedang dijalaninya.
Menggunaan Wi-Fi dalam batasan
wajar ini bisa mencegah pengaruh buruk terhadap kesehatan, juga menggunakannya untuk hal-hal
positif yang berguna bagi kepentingan pelajaran.
http://rachmad29.blogspot.com/2008/08/sejarah-wireless-lan-wifi.html
elib.unikom.ac.id/download.php?id=50510
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21326/5/Chapter%20I.pdf
terima kasih untuk kopas nya
BalasHapusTerimakasih, sangat bermanfaat
BalasHapusoke nih gan
BalasHapuspower supply hp
terima kasih ya min atas artikel dari makalah yang sangat bagus ini sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas saya ya min
BalasHapuspermisi min^^
bingung mencari situs poker online yang berkualitas?
ini nih saya perkenalkan website poker online terpercaya yaitu bebasqq
dengan hanya menggunakan 1 id bisa memainkan 8 permainan sekaligus yaitu :
-aduq
-bandarq
-sakong
-poker
-bandarpoker
-dominoqq
-bandar66
-capsa susun
*winrate tinggi
*minimal deposit 20 ribu
*minimal withdraw 20 ribu
*bonus rollingan yang mencapai 0,5%
*bonus refferal 20%
*persentasi kemenangan yang sangat tinggi
*dilayani oleh cs yang baik dan ramah
*proses deposit dan withdraw dibawah 1 menit.
*24 jam online
untuk nomor wa bisa hubungi : +6285381564626 ya
silahkan click link dibawah ini info lebih lanjut :
bandarq terpercaya